Kamis, 30 Agustus 2012

Menjaga Mulut Dari Perkataan Buruk

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)

Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali engkau gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan. Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan. Suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan. Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6092)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba apabila berbicara dengan satu kalimat yang tidak benar (baik atau buruk), hal itu menggelincirkan dia ke dalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6091 dan Muslim no. 6988 dari Abu Hurairah Rad. )

1. Anas bin Malik : “Segala sesuatu akan bermanfaat dengan kadar lebihnya, kecuali perkataan. Sesungguhnya berlebihnya perkataan akan membahayakan.”

2. Abu Ad-Darda’ : “Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang yaitu orang yang diam namun berpikir atau orang yang berbicara dengan ilmu.”

3. Al-Fudhail : “Dua perkara yang akan bisa mengeraskan hati seseorang adalah banyak berbicara dan banyak makan.”

4. Sufyan Ats-Tsauri : “Awal ibadah adalah diam, kemudian menuntut ilmu, kemudian mengamalkannya, kemudian menghafalnya lantas menyebarkannya.”

5. Al-Ahnaf bin Qais : “Diam akan menjaga seseorang dari kesalahan lafadz (ucapan), memelihara dari penyelewangan dalam pembicaraan, dan menyelamatkan dari pembicaraan yang tidak berguna, serta memberikan kewibawaan terhadap dirinya.”

6. Abu Hatim : “Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dulu, jika terdapat (maslahat) baginya maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada (maslahat) dia tidak (berbicara). Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di ujung lisannya sehingga apa saja yang menyentuh lisannya dia akan (cepat) berbicara. Seseorang tidak (dianggap) mengetahui agamanya hingga dia mengetahui lisannya.”

7. Yahya bin ‘Uqbah: “Aku mendengar Ibnu Mas’ud berkata: ‘Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain-Nya, tidak ada sesuatu yang lebih pantas untuk lama dipenjarakan dari pada lisan.”

8. Mu’arrifh Al-‘Ijli : “Ada satu hal yang aku terus mencarinya semenjak 10 tahun dan aku tidak berhenti untuk mencarinya.” Seseorang bertanya kepadanya: “Apakah itu wahai Abu Al-Mu’tamir?” Mua’arrif menjawab: “Diam dari segala hal yang tidak berfaidah bagiku.”





Sabtu, 21 Januari 2012

SABAR

Sabar ialah menahan segala nafsu yang kita inginkan. Sabar tak akan kita dapatkan dengan mudah. Sabar memerlukan pengorbanan, memerlukan ketulusan hati, memerlukan cinta kepada Allah.
Cinta tertinggi, paling suci hanyalah cinta kepada Allah...

Selasa, 17 Januari 2012

Belajar menghargai orang lain

Ada-akbar.com - Setiap manusia ingin dihargai,karena manusia adalah mahluk yang sempurna dan seharusnya memiliki harkat dan martabat.

Menjadi seorang manusia yang dihargai haruslah mengakui kekurangan dan kelebihan dirinya.

Lantas bagaimana kita menghargai orang lain sebelum kita dihargai orang lain ?

Jangan berharap dihargai apabila tidak mau menghargai orang lain,menjadi orang yang selalu sempurna memang tidak mungkin tetapi menjadi manusia yang berharga untuk orang lain adalah hal yang sangat mungkin.

Ada beberapa hal yang harus anda pahami dalam menghargai orang lain,yaitu

1.Mengerti perilaku manusia pada umumnya.

Walaupun manusia bermacam-macam tapi tidak menutup kemungkinan memiliki kesamaan,apalagi masih dalam satu daerah.Dengan mengerti perilaku manusia pada umumnya anda akan mudah untuk menghargai orang lain.

2.Menjadi orang lain.

Jadilah orang lain ketika anda ingin menghargai orang lain,jika anda diperlakukan seperti itu apakah orang lain akan merasa terhargai atau tidak ?

3.Teruslah berpikir positif kepada orang lain.

Selagi orang lain itu tidak melanggar norma yang berlaku berpikirlah positif,walaupun kadang berbeda pandangan.

4.Semangatlah untuk berbuat kebaikan.

Berlombalah untuk memberikan kebaikan kepada orang lain,niscaya orang lain akan senang dengan anda dan merasa diperhatikan juga dihargai.

Hanya empat saja tips dari saya,tapi bisa anda tambahkan tergantung kondisi orang lain tersebut.Pada dasarnya manusia itu sama ,sama-sama ingin dihargai dan ingin diperlakukan baik.

Mari kita berbuat yang lebih baik dari sebelumnya.